Jelly De’ Doll

Namanya Derrick,.. entah sudah berapa lama sejak pertama kali dia membawa-ku ke kamar ini,..

Derrick itu seorang siswa SMU kelas 3..

Sepertinya juga dia sudah dekat dengan ujian nasionalnya,.. karena Mamanya sering menggumamkan hal itu di sini, menyuruhnya untuk belajar dengan rajin,..

Mamanya itu sepertinya sangat sayang dengan Derrick, mungkin karena Derrick anak tunggal,.. selama ini aku juga belum pernah melihat Papanya,.. Mamanya yang setiap hari masuk ke kamarnya sekitar Jam 5 sore, ya sekitar jam segitu, aku yakin karena dari posisi-ku aku bisa melihat dengan jelas .. masuk ke kamar ini sambil, membawakan buah-buahan untuk Derrick yang sedang berpura-pura belajar di mejanya dipojok sana..

Mamanya itu cantik, meski aku tak bisa menebak pasti berapa usianya,..tapi sorot matanya itu penuh dengan kasih sayang yang bahkan bisa kurasakan, tiap hari mamanya pasti masuk ke kamar ini, meski terburu-buru ia merapikan kamar Derrick yang berantakan, meski dengan pakaian yang telah Rapi, dengan blazer dan beberapa Map yang ditaruhnya di meja belajar Derrick, dengan sigap merapikan tempat tidur Derrick, merapikan buku-buku komiknya yang berantakan, dan tumpukan film-film yang ditonton oleh Derrick semalam, sebelum kemudian bergegas pergi,..
Seperti hari kemarin, hari kemarin dan kemarinnya lagi, hari ini Mamanya yang cantik itu membawakan buah-buahan, sambil menutup horden di kamarnya, ia kembali dengan nasihat yang mengingatan Derrick untuk giat belajar, sambil merapikan komik-komik Derrick yang berserakan dilantai sebelum 15 menit kemudian ia keluar dari kamar Derrick, dan kembali lah Derrick melompat ke kasurnya, mengambil komik yang baru dibelinya hari ini dan sibuk dengan bacaanya itu,..

Sering kali aku mendengar Mamanya itu mengeluhkan Derrick yang sering dihukum oleh gurunya karena lalai mengerjakan PR, andai saja aku bisa membantunya pasti Derrick gak akan dihukum lagi oleh gurunya lagi, dan lagi Derrick gak perlu lagi dimarahin sama Mamanya itu,.. sayang aku gak bisa membantunya,..

Derrick ?? Hmmm Derrick sendiri anak yang gemuk,.. paling gak mungkin berat badannya itu 90kg, paling sedikit loh,.. anaknya kecil dengan kacamatanya yang tebal, yang paling aku sebal darinya itu, dia malas sekali untuk mandi, kalau saja hari itu hari libur, pasti dia gak akan mandi seharian, hanya sibuk dengan komik dan permainan Gamenya, iya seharian di kamar ini, walau kadang-kadang dia pergi juga, tapi itu juga gak lama koq,..

Terus apa donk menariknya Derrick, yang pasti Derrick itu baik,.. ia setiap hari memandikan-ku, memberikan rambut-ku shampoo, sampai membelikan-ku baju baru setiap bulannya,.. pokoknya dia baik sekali dech sama aku, sementara barang-barang lain di kamar ini berantakan, ia selalu menaruhku ditempat-ku di kursi ini, makanya dia itu baik, baik banget sama aku, aku mau membantu dia melakukan apa-pun, pokoknya apa saja yang penting bisa menyenangkannya,..

Seperti itu tuch, ia sedang sibuk berkaca, tangannya sedang memecahkan jerawatnya, kadang sampai berdarah-darah, andai aku bisa membantunya aku pasti pelan-pelan sekali memecahkan jerawatnya itu, perlahan agar tidak berdarah seperti itu,..

Jam 8 seperti biasa, ia akan keluar dari kamarnya selama sekitar 30 menit, sebelum kembali ke kamarnya, mungkin makan malam dia pasti kembali sambil membawa keripik kentang ke kamarnya, begitu masuk ke kamarnya, ia mematikan Lampu dan menyalakan Film,.. aku tak bisa melihat jelas dari tempat-ku, terhalang oleh lemari, yang pasti ia akan menyembunyikan tubuhnya didalam selimut sebelum kemudian ia sibuk dengan permainanya sendiri, kadang aku sering penasaran dengan apa yang dilakukannya itu, apalagi sampai membawa gulungan tissue yang kemudian dibuangnya itu, apa sich yang dilakukannya ??

Gak lama pasti terdengar bunyi dengkurannya, dan ia pun tertidur tanpa sempat menyelesaikan PR-nya itu, tak lama sich, sebelum ia keluar dari kamarnya, mematikan Film yang tadi ditontonnya, dan mencium-ku, semacam ciuman selamat malam, dan aku selalu menunggu ia melakukan itu tiap malamnya, kalau tidak aku pasti tidak bisa tidur pulas,..

Hmmm, binggung ya aku siapa, Nama-ku Jelly,.. aku adalah sebuah boneka Barbie yang cantik, aku tak ingat kapan aku mulai bisa melihat, mengingat, dan berfikir,.. yang aku ingat kalau Derrick adalah majikan-ku dan ia selalu merawat-ku dengan baik,.. rambut-ku hitam panjang tergerai, awal bulan ini Derrick membelikan-ku pakaian ini, sebuah pakaian yang mirip pelayan Jepang, warnanya hitam dengan bandana berwarna putih dan serbet yang diikatkan di pinggang-ku warnanya juga putih,.. dan ini yang baru dibelikannya kemarin, sebuah sepatu baru dengan kaus kaki selutut yang berwarna putih juga,.. pokoknya tema bulan ini adalah hitam dan putih,..

Ahhhhh, pokoknya aku pengen banget ngebantuin Derrick, dia kan udah segitu baiknya sama aku, apa salahnya kalau dia tidur dan membaca komik yang dia sukain, dan gak perlu juga kan Mamah dan Gurunya disekolah itu memarahinya,.. T.T

Aku terus berdoa setiap malam, terus berdoa hingga akhirnya doa-ku itu terjawab, hari ini semua permohonan-ku itu terjawab, sebuah mahluk bersayap saat ini terbang dihadapan-ku,.. ia bercahaya, aku tak dapat melihat dengan jelas wujudnya karena terlalu bercahaya,.. tapi aku bisa melihat sepasang sayapnya yang seperti kupu-kupu mengepak-ngepak halus,.. ia berbicara pada-ku,..

” OK, JELLY ” suaranya berat, seperti bapak-bapak yang sedang marah,..

Aku berusaha memberikan kode padanya agar tidak berbicara terlalu keras, takut Derrick terbangun karenanya,.

” Tidak perlu takut,.. dia tidak bisa mendengar,.. ” Katanya,..

Aku tetap memintanya tidak berbicara keras seperti itu, aku tak yakin dengan suara sekeras dan seberat itu tidak akan membuat Derrick terbangun,..

” Ya-ya, sudahlah, aku tahu kamu memiliki permintaan, aku bisa memenuhinya,.. ” Kata ‘Peri’ itu, ya dia mengaku sebagai peri, tapi setahu-ku peri itu biasanya cewek, bukan bapak-bapak seperti dia,..

Tapi yang pasti ucapannya itu membuat-ku begitu antusias, seolah ada sebuah harapan untuk jawaban doa-ku selama ini, Peri itu menerangkan semua syarat-syarat yang ia inginkan sebagai balasan dari terkabulnya permintaan-ku itu, aku mengiyakan saja semua, tak perduli lagi dengan semua syaratnya itu,..

” OK, Tanda tangan disini,.. ” Katanya,..

Aku terbengong, aku kan gak bisa mengangkat tangan-ku sendiri,.. bicara saja aku sulit,..

” Bisa ” katanya,.. seolah membaca apa yang aku pikirkan,.. perlahan aku mencoba mengangkat tangan-ku, dan benar!! Aku bisa menggerakan dengan leluasa tangan-ku,..

Rasanya hati-ku begitu berbunga, aku menulis nama-ku di kertas bercahaya peri itu,..

JELLY tulis-ku,..

Peri itu tersenyum, meski aku tak dpaat melihat jelas senyumannya itu, perlahan ia menggangkat tangan-ku, dan mengayunkan tongkat sihirnya, menyinari-ku dan

BLUPPP !!!!!!

Aku berdiri, berdiri diatas kedua kaki-ku, aku menggerakan tangan-ku ketubuh-ku, aku menyentuh seluruh bagian tubuh-ku, wajah-ku, terasa hangat, aku merasakan denyut jantung-ku,. Aku Hidup !!

Aku berlari kecil kearah, cermin, melihat pantuan wajah-ku dicermin,..

Pertama kalinya aku melihat wajah-ku sendiri di cermin,..

Wajah-ku sedikit bulat, dengan poni diatas mata-ku, rambut-ku memang benar panjang sepunggung,.. mata-ku bulat dengan bulu mata yang lentik,.. hidung-ku yang sedikit mancung dengan bibir kecil mungil berwarna merah muda,.. kulit-ku putih hingga membuat pipi-ku sedikit merah,.. aku berlari kearah peri yang masih terbang itu, kini ia terlihat berukuran sangat kecil,..

” Makasih ya,.. ” Kata-ku penuh semangat,..

” Suuuut !! ” ia mengingatkan-ku,.. ” Sekarang suara kamu bisa terdengar tahu,.. ” Katanya,..

Aku menutup mulut-ku, aku tak mau membangunkan Derrick,..

” Ingat, semua syarat-syarat itu, ada hukuman bila kamu melanggarnya Jelly, dan aku pasti tau itu,.. ” Katanya,..

Aku mengganguk sambil mengingat-ingat apa saja yang peri itu katakan tadi,..

” Ok dech ya,.. ingat kamu harus kembali dalam bentuk bonekamu sebelum 3 jam,.. “, ” Bye2 ” Katanya sebelum kemudian menghilang begitu saja,..
Aku tak sempat menggaguk, Peri itu menghilang begitu saja,.. rasanya hati-ku beitu senang, keinginan-ku itu terkabul begitu saja, aku berjalan-jalan setengah melompat-lompat di kamar itu, pelan-pelan takut Derrick terbangun,..

Cukup bersenang-senangnya, aku mulai merapikan kamar Derrick, membantu Derrick itu kan tujuan dari doa-doa-ku itu, dengan merapikan kamarnya itu, pasti Derrick gak akan dimarahi lagi, apalagi Mamanya itu juga gak perlu repot-repot untuk merapikan kamarnya ini lagi,..
Aku mulai memunguti komik-komik dan buku-buku yang berserakan, menaruh komiknya di tempatnya,menyusunnya sesuai nomor dan judul bukunya, memisahkan buku-buku pelajarannya dan merapikan kaset-kaset Game dan Filmnya yang berantakan, aku memunguti tissue-tissue yang berserakan di dekat ranjangnya itu, tak terasa kamar Derrick kembali rapi,.. aku tersenyum melihat hasil kerja-ku itu,.

Tapi masih ada satu pekerjaan lagi, aku menyalakan lampu kecil di meja belajarnya ada dua tumpukan buku, yang satu buku cetak pelajaran dan yang satunya lagi buku tugasnya,.. adas edikit lipatan dari situ aku bisa menyimpulkan kalau Derrick sedang mengerjakan soal nomor 3-4 dan 5, pasti itu tugas rumahnya untuk besok, aku mulai memeras otak-ku untuk menggerjakan tugas-tugasnya itu, aku mulai menggerjakan tugas-tugasnya itu,.. ternyata tak terlalu sulit juga, atau mungkin seperti yang dikatakan oleh peri itu tadi kalau aku diberikan kepandaian terbaik untuk anak SMU ya,..

Aku membereskan pekerjaan rumah Derrick sebelum kemudian berdiri dari tempat duduk di depan meja belajarnya itu, mematikan lampu kecil di meja belajarnya itu,..Aku pelan melangkah mendekati Derrick yang tengah tertidur pulas di tempat tidur kayunya itu,.. ia tengah mendengkur kera, aku menatap wajahnya itu yang sedang tertidur pulas, rasanya tak percaya kalau semua mimpi-ku ini terkabul sekarang, sekarang tiap hari aku bisa membantunya menggerjakan pekerjan rumah, membereskan kamarnya, dan menyelimutinya,.. aku menarik selimutnya yang tak lag menutupi badannya yang besar itu, perlahan aku menutupi tubuhnya itu dengan selimut hangat, sebelum kemudian kembali ke lemari tempat-ku dan kembali menjadi boneka Barbie,..

#####

” Ahhh, PR Belum bikin !! ” Derrick terbangun setengah melompat, membuat-ku ikut terbangun, tapi aku tersenyum dalam hati,.. melihat Derrick yang tengah terbinggung-binggung melihat PR-nya telah selesai dikerjakan,..

” Mungkin gue ngigau kemarin sampai bikin PR, ” katanya,.. sambil memasukan bukunya itu dalam tas sekolahnya, Ah aku lupa, harusnya aku membereskan buku pelajarannya itu, jadi Derrick tak perlu lagi merapikan bukunya itu pagi-pagi,.. nanti malam aku harus menyempatkan untuk membereskan buku-buku pelajarannya itu,..

Aku tersenyum-senyum sendiri melihat Derrick yang kebinggungan, sebelum ia keluar kamar, pasti mau mandi dan berganti pakaian, benar saja ia kembali sudah dengan pakaian sekolahnya dan mengambil tasnya sebelum keluar dari kamar, Huugh dia kelupaan sesuatu hari ini,.. Duk..dukk…duk bunyi langkah suara kaki yang bergesa-gesa menuju kamar ini, Derrick kembali ke kamar, mengambilku dari dalam lemari, mencium-ku , duh senangnya,..

” Selamat pagi Jelly, aku pergi dulu ya,.. ” ia kembali menaruhku di lemari hias itu dan keluar dari kamarnya,..

Aku diam memandang langit terang itu,.. sementara tak lama Mama Derrick masuk ke dalam kamar dan terbengong melihat semuanya sudah rapih, ya donk aku baru saja merapikan tempat tidur Derrick tadi,..

Mamanya itu tersenyum sebelum kemudian keluar, pasti ia senang karena kamar Derrick rapi, siapa dulu yang rapihin,.. hehehe

Aku lebih banyak diam, rasanya tiapa kau menjadi manusia tubuh-ku menjadi letih, jadi lebih baik aku diam dalam keadaan ini dan menunggu Derrick pulang, sambil menghitung awan dilangit dan gerakan detik jarum jam di dinding depan-ku itu,.. menunggu sebelum kemudian aku kembali berubah menjadi manusia,.. sudah jam 3 sebentar lagi Derrick pasti pulang,..

Aku melangkah menuju jendela kamar itu, berdiri sambil melirik kearah jalan, menunggu sampai akhirnya yang kutunggu itu muncul, perlahan kulihat perut tambun Derrick, ia berjalan sendirian sambil memegang perutnya yang lapar,.. dan menyeka keringatnya yang bercucuran, pasti panas diluar sana,.. aku ikut menyeka keringatnya itu, tapi belum berani melakukannya,..

” Uuupppssss,.. ” Aku terkaget saat Derrick seolah melirik ke arah-ku sebelum kemudian Derrick berlari masuk,. Duh jangan-jangan dia melihat-ku,.. gimana ini ???!!!!

Aku langsung berlari kearah lemari display-ku merubah diri-ku dalam bentuk boneka lagi dan duduk diam di sini, sementara perlahan kudengar suara langkah kaki Derrick yang masuk dalam kamar ini,.. Duh gimana nich,… jantung-ku berdebar kencang saking takutnya,..

” Kayaknya tadi ada orang,.. ” Derrick benggong-benggong di tengah kamarnya,.. sambil memperhatikan ruangan kamarnya yang lebih rapi dari biasanya,.. ia geleng-geleng sendiri sebelum kemudian melirik kearah-ku,..

” Aku udah pulang nich Jelly,.. sepi ya sendirian.. ” Tanya-nya,..

Ingin rasanya mengganguk, tapi bisa-bisa Derrick kaget dan membuang-ku nanti, jadi kuurungkan niat-ku itu, pelan ia kembali menaruhku di lemari-ku dan menganti pakaiannya,.. seperti biasa asal saja ia melempar pakaiannya itu, sambil mengganti bajunya dengan kaus rumah,..

Sebelum kemudian ia keluar dari kamarnya, membawa makananya masuk, sambil makan ia menonton acara TV dan membaca komik-komiknya,..

Jam 4 ritual biasa, ia mulai membuka bukunya menggeletakanya di atas meja belajar dan sedikit menggerjakan tugas rumahnya,.. aku menatapnya dari tempat-ku, melihat Derrick yang sedang pura-pura belajar, sebelum bangun dari tempatnya itu mengambil-ku dan mengajak-ku mandi bersama,..

Seperti biasa saja,.. Mamanya datang membawakan buah untuknya,.. sebelum kemudian jam 8 ia keluar dari kamar untuk makan malam, saat itu kusempatkan untuk merapikan kamarnya, karena biasanya mamanya ikut masuk ke dalam kamarnya untuk merapikan kamar Derrick sambil memarahinya karena tak pernah merapikan kamarnya itu,..

Derrick kembali dengan makanan kecil di tangannya,.. ia melirik binggung sebelum kemudian kembali dalam kegiataan rutinnya,..sukurlah ia tak curiga dengan semua hasil kerja-ku itu,.. aku juga bukan ingin membanggakan diri karena telah membantunya,.. semuanya tulus dari lubuk hati-ku yang terdalam,..

Derrick sudah terlelap dalam tidurnya sekarang, aku menunggu sebentar sebelum kemudian kembali dalam wujud manusia-ku merapikan kamarnya sudah kembali berantakan, dan sekarang tengah duduk di depan meja belajarnya,.. aku mulai berfikir menggerjakan tugas rumahnya itu, baru sekarang aku tahu kenapa Derrick benci matematika,.. T.T

” Si…siiii apa kamuuuuu… ” sebuah suara membuat-ku panic dan berbalik kebelakang,..

Derrick mengenggam bantal gulingnya dan terlihat ketakutan, sama dengan-ku aku binggung harus apa sekarang,..

” A..aku aku Jelly,.. ” kata-ku pelan,..

” Je..jelly ?? ” Tanya-nya ia melirik ke lemari display-ku dan melihat tempatku biasa duduk kosong,..

” Kamu beneran Jelly ?? ” Derrick kembali bertanya, kali ini ia sudah mulai berani mendekat,..

Aku menggaguk sambil berusaha tersenyum ramah,..

” Beneran ?? ” tanya-nya sambil menyentuh tubuh-ku, ia memastikan apa benar aku manusia,..

” Jadi kamu yang bantu aku bikin PR dan membersihkan kamar-ku ?? ” Tanya-nya…

Aku mengganguk lagi,.. ia melihat PR-nya yang telah selesai aku kerjakan,..

” Thanx ya Jelly, tapi koq kamu bisa jadi manusia ?? ” Tanya-nya, aku menggeleng karena aku pun sama tak mengertinya dengan dia,.

” Aku cuma mau menolong kamu Derrick, apa saja, karena kamu sudah begitu baik sama aku ” kataku

” Makasih ya,.. coba kamu kesini,.. ” katanya,.. aku menuruti perkataanya itu, duduk di sampingnya tepat disebelah kamarnya,..

Kami berbincang banyak hal, sampai akhirnya aku bertanya sesuatu yang selama ini membuat-ku penasaran,..

” Sebenarnya kamu tuch ngapain aja sich kalau lagi pakai selimut, koq kayaknya aneh banget ?? ” tanya-ku malu-malu,..

” Hah ?? itu ?? Kamu liat juga ?? ” Ia geleng-geleng kepala,.. ” kamu mau tahu ?? “

Aku mengganguk,.. ” Kalau boleh,..”

” Coba sini ” ia tersenyum sambil meminta-ku untuk mendekatinya lebih dekat lagi,..

Aku mendekatinya,.. perlahan ia menurunkan celananya,.. aku reflek menutup mata-ku padahal ini kan sudah biasa kulihat,..

Benar saja ada sesuatu yang berbeda, aku jarang sekali melihat kemaluannya itu berdiri seperti itu,..

” Koq begitu ?? ” tanya-ku tanpa sadar,..

” Nah kamu mau tau kan,.. coba kamu pegang ,.. ” katanya,.. aku menggeleng ragu

#####

Perlahan Derrick mengarahkan tangan-ku ke batang kemaluannya itu,. Tangan-ku bergetar ragu,..

” Gak papa koq,.. ” Katanya,..

Wajah-ku rasanya terbakar meski perlahan aku menyentuh batang kemaluannya itu terasa hangat di telapak tangan-ku itu, ukurannya mungkin 4 kali kepalan tangan-ku,..

” Nah begitu,.. sekarang pelan-pelang gerakin tangan kamu,.. ” Aku menggeleng, ada sedikit rasa malu yang kurasakan,..
” Katanya kamu mau bantuin aku,.. ” bisik Derrick, aku mengganguk menatap mata Derrick yang terlihat sedikit kecewa,..

” Iya dech ” kata-ku pelan, perlahan aku mulai menggerakan tangan-ku di batang kemaluannya itu,.. sementara tubuh Derrick sedikit gemetar-gemetar, entah kenapa..

” Pelan-pelan tambah cepet ya,.. ” Kata Derrick, aku mengganguk sambil mulai mempercepat tangan-ku itu,..

” Nah tangan kamu yang satunya mana .. ” Tanya Derrick,..

Aku menggangkat tangan kiri-ku ke wajahnya,.. ” Ini kata-ku,.. “
” Nah kesinikan,.. ” Kata Derrick, membimbing tangan-ku kearah kemaluannya lagi, tapi bukan ke batang kemaluannya tapi ke kantung kemaluannya yang ada di bawah batang kemaluannya itu,..

” Pelan-pelan kamu pijat ya,.. ” katanya,.. Aku menggeleng dan langsung menarik tangan-ku saat merasakan keanehan di benda yang tadi kusentuh itu,.. berkeriput tapi juga keras dengan sepasang bola di dalam kantungnya itu, lebih aneh dari batang kemaluan yang keras dan seperti berurat ini, terlebih sekali-sekali batang kemaluannya itu seperti bergetar-getar..

” Ayo donk Jelly, gak papa koq,.. ” Derrick berusaha meyakinkan-ku,.. aku kembali menaruh tangan-ku di kantung kemaluannya itu, pelan-pelan aku menyentuh kantung kemaluannya itu, berkeriput dengan bulu-bulu halus di batang kemaluannya, pelan aku melakukan apa yang diminta oleh Derrick tadi, memijatnya perlahan,..

Kini Derrick hanya tiduran di atas ranjangnya, matanya kadang terpejam sambil mengeluarkan desahan kecil dari mulutnya,.. aku terus melakukan apa yang dimintanya itu, sementara perlahan makin lama rasanya batang kemaluannya itu makin keras dalam genggaman-ku,..

” Terus Jelly, lagi,.. ” Katanya sebelum kemudian kembali mendesah, aku mengikuti permintaanya itu, sebelum kemudian Derrick mendesah panjang tangannya menangkap pinggulku menarik sedikit tubuh-ku dan memeluknya,..

Tubuh Derrick gemetaran sementara perlahan kemaluannya itu kian gemetar dan keras,.. pelukan Derrick semakin erat, ia mendesah panjang, aku binggung harus apa, takut apa yang kulakukan itu menyakitinya, tapi Derrick malah meminta-ku terus menggerakan tangan-ku itu dikemaluannya sambil memeluk-ku erat-erat,..

Aku panic saat melihat kemaluannya itu menyemburkan sesuatu yang berwarna putih pekat,.. tubuh Derrick pun menegang sesaat sebelum kemudian melemas kembali, cairan pekat itu menempel di tangan-ku aku binggung harus melakukan apa, aku menatap Derrick sementara aku masih belum melepaskan tangan-ku dari kemaluan Derrick yang mulai lemas,..

” Sini tangan kamu,.. ” Derrick mengambil tissue dan melap sepasang tangan-ku, rasanya hangat sekali saat Derrick membersihkan tangan-ku dari cairan aneh berwarna putih kental itu,..

” Makasih ya Jelly, ” Aku tersenyum manis menatap wajah Derrick,.. perlahan Derrick mendekatkan wajahnya ke wajah-ku aku binggung harus bagaimana sekarang, wajah Derrick terlalu dekat dengan wajah-ku sekarang,.. perlahan aku berusaha mengalihkan wajah-ku, aku malu merasakan mata kami yang saling bertatapan seperti ini,..

Tiba-tiba Derrick mencium-ku, aku merasakan bibirnya menyentuh bibir-ku menciumku perlahan,.. seperti ada sesuatu yang ditekan-nya masuk dalam mulut-ku, mau tak maua kau kembali menatap Derrick, bertanya apa yang ia lakukan dengan tatapan mata-ku, ia meminta-ku menutup mata-ku, aku mengikuti apa yang diinginkannya itu, perlahan kututup mata-ku, kubiarkan sesuatu itu masuk dalam bibir-ku, lidahnya, kurasakan lidah basah yang hangat itu menyentuh lidah-ku, aku mengikuti kemauannya yang membuat lidah kami saling bertautan, menyentuh satu sama lain,..

Tangan kanan-ku mencengkram erat tangan Derrick, menutup mata-ku rapat-rapat sambil membiarkan Derrick mencium-ku,.. sementara kurasakan tangan Derrick yang lain memeluk-ku sementara kami masih berciuman panjang, pelan meski masih ada rasa malu yang membakar wajah-ku aku mulai menikmati ciuman-nya itu,..

Aku terkejut merasakan tangannya meraih seleting dipunggung-ku dan menurunkannya,.. aku mendorong tubuh Derrick kaget,..
” Mau apa ?? ” Tanya-ku, entah kenapa aku merasa semua ini salah,..

Derrick memeluk-ku sambil membisik, aku tak berusaha melepaskan diri,.. ” Gak papa koq,.. ya, percaya kan sama aku Jelly,.. ” Tanya-nya sambil mencium bibir-ku lagi,.. aku mengganguk, sementara jemari Derrick kembali menurunkan sleting-ku, ia masih mencium-ku, jantung-ku berdebar kencang sementara perlahan aku merasakan tangan Derrick yang lain mulai menurunkan pakaian-ku itu,..

Aku merasakan semacam rasa malu yang belum pernah kurasakan sebelumnya, padahal hal semacam ini sudah biasa dilakukannya tiap hari ia memandikan-ku, ya setiap hari tapi entah kenapa terasa sedikit berbeda sekarang, hanya terasa ada yang salah dengan semua ini,.. tapi aku tak ingin mengecewakan Derrick kalau menolak keinginannya ini,..

Sementara kurasakan hembusan dingin dari punggungku,.. perlahan ciuman Derrick turun dari bibir-ku ke dagu-ku sebelum ia mulai menciumi leher-ku, tubuh-ku merinding seketika, perlahan juga kurasakan sepasang tangannya menyentuh tubuh-ku,.. tepat di sepasang buah dada-ku yang bulat,.. jemari-jemarinya bergerak di dada-ku itu,. Rasanya aku ingin menghindar namun aku tak ingin mengecewakan Derrick…

Ciumannya itu bukan sekedar bibir yang menyentuh tubuh-ku tapi juga lidahnya yang menyentuh seluruh tubuh-ku, aku merasa ingin mendesah tanpa sadar,..dan aku melakukannya aku mendesah karena menahan rasa geli disekujur tubuh-ku dan juga ada sedikit rasa lain yang timbul dari dalam tubuh-ku, apalagi saat jemarinya itu bergerak-gerak di dada-ku,..

Ia mulai mencium pelan dada-ku, aku menahan geli yang teramat sangat, sementara jemarinya yang lain mencubit pelan pucuk dada-ku itu, membuat aku kian mendesah, tapi ada sesuatu yang lain yang kurasakan, aku merasakan bagian bawah tubuh-ku mulai basah, entah kenapa,.. aku terkaget merasakan rasa hangat dibawah sana itu,..

Lidah Derrick bergerak-gerak menyentuh pucuk dada-ku itu, perlahan ia seperti menyedot di dada-ku sementara di bagian dada-ku yang lain tangannya meremas-remas bagian itu,.. perlahan tubuh-ku kian merinding dibuatnya,.. aku menaruh kepala-ku di pundak Derrick, sementara tangannya meremas-remas dada-ku ataupun mulutnya yang tengah menyedot-nyedot bagian dada-ku itu,.. aku mengintip lihat,.. ada sedikit bekas-bekas merah di dada-ku akibat hisapannya tadi,..

Tangan Derrick yang lain menyentuh perut-ku sebelum menyingkap rok-ku menyusup dalam celana dalam-ku dan menyentuh bagian tubuh-ku yang terasa hangat dan basah tadi, aku merasakan jemarinya itu menyentuh tubuh-ku, rasanya geli, namun entah kenapa jantung-ku berdebar kencang,.. aku tahu ini salah,..

Tanpa sadar aku mendorong tubuh Derrick,.

Aku menutup tubuh-ku dengan sepasang tangan-ku, menatap Derrick dengan tatapan menolak halus,.. sambil menggelengkan kepala-ku, aku menatapnya perlahan,..

Derrick mendekati tubuh-ku, tangannya menempel dipundak-ku,.. ia tersenyum,..

” Yawda gapapa,.. sekarang tidur yuk,.. ” Katanya sambil merapikan baju-ku, memasang risleting-ku lagi, dan membantu-ku berbaring di kasurnya, kasurnya memang cukup besar untuk kami berdua,.. perlahan ia menarik selimut dan memeluk-ku, perlahan kami tertidur,..

Aku masih sempat merenung sesaat, aku tak tahu apa yang baru saja terjadi, aku ingin membahagiakan Derrick, tapi entah kenapa aku merasa begitu malu dan takut melakukan itu semua,.. aku menatap cahaya lampu temaram di sudut kamar tidur Derrick, sebuah lampu hias berbentuk kotak, dengan sebuah daun di setiap sisinya,.. menyala redup sementara perlahan aku kembali menjadi sebuah boneka,..,,,,,,,,,,,,,,

Related posts